Kaum Munafik; Selalu Plin-plan dan Bingung
“Dan ketika dikatakan kepada mereka: ‘Berimanlah sebagaimana manusia-manusia beriman’, mereka berkata: ‘apakah kami akan beriman sebagaimana orang-orang bodoh beriman’. Ketahuilah, sesungguhnya mereka itu sendirilah yang bodoh. Tetapi mereka tidak mengetahui. Dan ketika mereka bertemu dengan orang beriman, mereka akan mengatakan: ‘Kami beriman’. Dan ketika mereka menyendiri kepada pimpinan-pimpinan mereka, maka mereka (kaum munafik) berkata: ‘Sesungguhnya kami bersama kalian. Kami hanya bersendagurau saja (dengan pernyataan iman)’. Allah menjadikan mereka gurauan dan membiarkan mereka kebingungan dalam kedzaliman mereka.”
(QS. Al Baqarah: 12-15)
Diantara sifat kaum munafik adalah bahwa mereka ini memiliki rasa rendah diri terhadap Islam. Hal ini karena pada masa Rasulullah SAW, sebagian besar kaum muslimin adalah lapisan bawah masyarakat. Mereka ini ada yang berasal dari kalangan budak, fakir miskin, dan kelompok masyarakat yang teroinggirkan dalam sistem masyarakat jahiliyyah. Dan mayoritas mereka ini adalah kaum yang tidak terpelajar. Bahkan banyak sekali di antara mereka yang tidak mengenal baca tulis.
Sementara mayoritas penentang Islam adalah masyarakat yang relatif lebih sejahtera. Di Makkah mereka terdiri dari kaum bangsawan Quraisy. Di Madinah mereka ini adalah kalangan Yahudi. Kedua kelompok masyarakat tersebut relatif lebih sejahtera dan terpelajar. Rata-rata mereka ini mengenal budaya tulis-menulis yang pada saat itu menjadi simbol ketinggian status ilmiah. Dan jika seseorang mengarahkan pandangan ke luar Jazirah Arab, maka ia akan bisa segera melihat bahwa di sana ada bangsa Romawi yang beragama Nasrani dan kerajaan Persia yang beragama Majusi. Kedua bangsa ini terkenal dengan ketinggian peradabannya. Karena itulah, setiap kali kaum munafik diajak agar ber-Islam secara kaffah (total), maka mereka akan mengatakan (baik secara terang-terangan atau tersembunyi) bahwa Islam adalah agama orang-orang bodoh. Karena itulah, mereka lebih suka dengan akidah kaum yang mereka anggap sebagai masyarakat maju. Baca entri selengkapnya »


