Berat dan Nikmatnya Riyadhoh
Semua bermula ketika seorang yang kujadikan panutan dalam kehidupan kerohanianku berkata:
“Tak ada orang besar yang tak riyadhoh”
aku pun mencoba riyadhoh sekuatku sekemampuanku dan alhamdulillah berhasil dalam beberapa hari terakhir ini sampai detik ini dan semoga hingga detik tak terhingga.
Berpuasa disekitar orang yang sedang tidak berpuasa sungguh berat, betapa tidak ketika perutku sedang kosong tiba-tiba aku melihat orang-orang didepanku memakan sesuatu dari genggamannya, meminum sesuatu dari botol minumannya. Jujur rasa ngiler terkadang muncul tapi ah itu cuma kenikmatan sesaat, batinku memberontak.
Pintaku kepada-Nya sangatlah besar, itulah yang harus aku gapai, melalui riyadhoh aku yakin semua bakal tercapai, apapun itu dan sebesar apapun hal itu. Karena seorang juga pernah bilang “Jika melalui usaha biasa semuanya tidak bisa tercapai,cobalah riyadhoh, kita to’k kekuatan batin kita karena kekuatan batin itu memiliki kekuatan yang sagat luar biasa”.
Bersabarlah Bhayu, semua mendukung segala usahamu…



Iis sugianti berkata,
Juli 16, 2008 pada 5:16 am
Alhamdulillah, jadi yang pertamax…
Chic berkata,
Juli 16, 2008 pada 2:37 pm
bersakit-sakit dahulu baru senang kemudian, gitu kan ya?
Angger berkata,
Juli 30, 2008 pada 6:09 am
sang kepompong sgr jd kupu2.
bunga berkata,
Februari 9, 2009 pada 3:21 pm
ass…saya ingat beliau romo yahi berkata bahwa”orang yg mengamalkan sholawat wahidiyah itu adalah orang2 yg kuat batiniahnya”..maaf kalau saya salah dlm penyampaian ini khususnya kpd beliau romo yahi wa r.a
wss
maya berkata,
April 15, 2009 pada 1:38 pm
Riyadhoh itu artinya latihan ya, trus nikmatnya kok nga dibahas mas? artikelnya kesannya berat aja. ceritain nikmatnya riyadhoh dong biar aku juga bisa ikutan yg baiknya dan ambil contoh dari sini. makasi ya…