Adab dalam Shalat
Begitu pentingnya kedudukan shalat dalam Islam, karena shalat merupakan ibadah yang dihisab pertama di akhirat nanti. Karena itu sebagai Muslim kita harus lebih perhatian terhadap adab-adab shalat kita. Karena, adab merupakan penentu diterima-tidaknya amal perbuatan kita. Adab-adab yang harus diperhatikan dalam mengerjakan shalat, antara lain:
- Membersihkan kotoran yang melekat di badan atau istilah lainnya kita harus suci dari hadats kecil maupun besar. Kemudian menutup aurat, berdiri menghadap kiblat sambil merenggangkan kedua telapak kaki, dan bacalah surat An Naas untuk melindungi diri dari godaan syetan.
- Merasa malu untuk bermunajat kepada Allah, karena selama ini hati kita selalu lalai, senantiasa memikirkan urusan dunia, bukan memikirkan urusan akhirat.
- Hadirkan hati, kosongkan dari rasa was-was dan ingat bahwa kita berdiri menghadap Allah guna bermunajat dan mengagungkannya. Sebab, barangsiapa mengerjakan shalat tanpa penyaksian akal, maka berarti ia lalai. Dan barangsiapa mengerjakan shalat tanpa ketundukan jiwa, itu pertanda ia berdosa. Sedangkan siapa yang mengerjakan shalat tanpa ketundukan anggota tubuh, maka ia sia-sia
- Apabila semuanya sudah ‘hadir’ siap menghadap Allah, maka angkatlah kedua tangan pada waktu takbir sampai batas kedua pundak dengan kedua telapak tangan terbuka. Jangan merapatkan jari-jari dan jangan merenggangkannya, tetapi biarkan menurut apa adanya sehingga kedua telapak tangan sejajar dengan kedua telinga.
- Turunkan kedua tangan perlahan-lahan dan jangan mengebaskannya ke kanan dan ke kiri, yakni setelah selesai bertakbir. Dianjurkan mengakhiri takbir bersama meletakkan kedua tangan.
- Letakkanlah tangan kanan di atas tangan kiri dan bentangkan jari-jari tangan kanan sepanjang tangan kiri dan peganglah pergelangan tangan kiri dengan telapak tangan kanan.
- Menepati ketentuan-ketentuan imam jika sebagai imam. Dan menepati ketentuan-ketentuan makmum jika sebagai makmum.
- Hendaklah di waktu berdiri memandang ke tempat sujud, walaupun menshalati jenazah. Hal ini dilakukan dari awal hingga akhir shalat. Agar lebih menyatukan dan lebih menghadirkan hati.
- Jangan menoleh ke kanan atau ke kiri, atau lirik-lirik, karena hal ini dapat membatalkan shalat.
- Saat membaca tasyahud, ketika sampai pada bacaan assalaamu ’alaika ayyuhan Nabiyyi wa rahmatullaahi wa barokaatuh. Hadirkan Nabi SAW dalam hati. Sebab, dhomir ka, menurut ilmu Nahwu/Sharaf, pada kalimat assalaamu ‘alaika… menunjukkan mukhaththab. Artinya, orang yang kita beri salam, jaraknya dekat, atau ada dan berhadapan dengan kita. Yaitu an Nabiy (SAW). Sebagaimana diterangkan dalam sebuah dawuh:
“Dan sebelum kamu mengucapkan: Assalaamu ‘alaika ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullaahi wa barokaatuh, Istidlorkanlah (bayangkanlah/hadirkanlah) beliau (SAW) yang mulia dalam hatimu. Dan yakinlah salam-mu (angan-anganmu, membayangkan Kanjeng Nabi itu) diterima beliau SAW dan dijawab/dibalas dengan yang lebih sempurna.” (Ihya: I/135, Sa’adatud Daroini: 223, Risalah Tanya Jawab Salawat Wahidiyah dan Ajarannya) - Saat membaca tasyahud, disunnahkan membatasi pandangannya pada jari telunjuknya selama terangkat. Bentangkan jari telujuk kanan dengan sedikit memiringkannya agar tidak keluar dari arah kiblat saat mengucapkan kalimat “Illallah”. Hal ini berlangsung terus hingga berdiri dari tasyahud awal, atau salam dalam tasyahud akhir.
- Dalam bersujud, supaya benar-benar sempurna. Anggota sujud itu ada tujuh jumlahnya. Yaitu; jari-jari kedua telapak kaki, dua lutut, dua telapak tangan, dan wajah. Ketujuh anggota sujud itu tidak akan tersentuh api neraka apabila didalam sujud benar-benar tepat.
- Ketika sujud, letakkanlah kedua lutut terlebih dahulu sebelum meletakkan kedua tangan dalam keadaan terbuka. Kemudian letakkan hidung sejajar dengan dahi. Jauhkanlah kedua siku dari lambung dan angkatlah perut di atas kedua paha, untuk laki-laki. Untuk perempuan, letakkan kedua tangan di atas tempat sujud sejajar dengan pundak.
- Letakkan tangan kiri dengan jari-jari terbentang di atas paha kiri dan duduklah di atas kaki yang kiri dalam duduk di antara dua sujud.
- Duduklah di atas pantat yang kiri dalam tasyahud akhir dengan meletakkan kaki kiri di luar dari bawah kaki kanan, dan tegakkan telapak kaki kanan. Kemudian setelah selesai membaca tasyahud akhir, sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, ucapkan salam.
Demikian beberapa adab dalam shalat, semoga shalat kita lebih meningkat. Baik kualitas maupun kuantitasnya. Sehingga shalat kita benar-benar bisa mencegah perbuatan keji dan munkar. Dan menjadi mi’raajul mu’miniin. Amin. Wallahu a’lam. (Syak)
Diambil dari Majalah AHAM EDISI 73 TH.X SYAWAL 1428
aham_wahidiyah@yahoo.com


