Saat ini manusia hidup dalam suasana materialisme. Maksud dari materialisme di sini adalah bahwa manusia modern saat ini meletakkan faktor-faktor yang tertangkap oleh akal dan panca indera sebagai faktor penting dalam kehidupan mereka. Segala keputusan mereka selalu mempertimbangkan hal-hal yang bersifat materi ini. Baru ketika faktor-faktor materi ini hilang, mereka mulai menengok cara-cara pemecahan masalah melalui pendekatan spiritual atau kerohanian. Misalnya melalui doa, istighotsah, istikharah atau lelaku spiritual lainnya.
Walaupun demikian, mereka ini masih mending. Hal ini karena sebagian besar masyarakat modern ini meletakkan faktor-faktor fisik sebagai satu-satunya alat dan pertimbangan dalam menanggapi permasalahan kehidupan. Ketika faktor-faktor ini tidak mereka dapatkan, mereka menjadi putus asa. Bahkan tak jarang keputusasaan ini menimbulkan berbagai penyimpangan kejiwaan. Seperti depresi, shock atau bahkan bisa mengarah kepada tindak bunuh diri.
Dan ternyata keadaan ini banyak terjadi di berbagai negara yang secara fisik maju. Di negara-negara yang saat ini menjadi kiblat kemajuan materi, seperti Amerika atau Jepang, bunuh diri telah menjadi penyakit sosial yang cukup serius. Dan hal ini bukan hanya menimpa kalangan rakyat jelata. Bahkan hingga menimpa kalangan super elit. read more »



“WOW IT’S BEAUTIFULL!” that’s what I said when I saw a eforby plants at my home. Gak percaya pada awalnya ketika tahu kalo tanaman itu ditanam oleh mami ku, bahkan ketika awal-awal pun gw (gak cuma gw sih tapi bokap n’ teteh juga) sempat mengejek “Alah….paling bentar lagi mati” terhadap apa yang mami ku tanam. (jahat memang haha….)